SUARA INDONESIA JAKARTA

CISA: Atas Nama Rekonsiliasi Nasional Jokowi-Prabowo 2024 Layak Dipertimbangkan

- 19 December 2020 | 11:12
Pemerintahan CISA: Atas Nama Rekonsiliasi Nasional Jokowi-Prabowo 2024 Layak Dipertimbangkan
Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA)

JAKARTA- Mencuaknya kembali wacana dan prediksi Jokowi menjabat Presiden untuk ketiga kalinya digulirkan. Konsekuensinya adalah Prabowo Subianto menjadi wakilnya. Hal ini untuk mempertimbangkan penguatan rekonsiliasi nasional pasca setiap momentum politik.

"Saya kira saya sepakat bila ini adalah muatannya murni kepentingan nasional apalagi atas nama rekonsiliasi. Hal ini sangat berdasar melihat energi bangsa selama ini terkuras habis akibat pertarungan deferensiasi politik yang masif yang terjadi sampai sekarang," ucap Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions, Sabtu (19/12/2020).

Namun disisi lain, Herry melihat bahwa wacana ini harus bersih dari orientasi dinasti politik yang selama ini menjadi opini publik khususnya terhadap keluarga Presiden Jokowi.

"Selain atas nama rekonsiliasi, saya hanya mengingatkan bahwa ada asumsi publik yang sangat kencang bergulir yakni keterlibatan dan keterpilihan anak dan menantu Jokowi sebagai kepala daerah. Jangan sampai wacana Jokowi tiga periode menguatkan tudingan minor yang selama ini menggeliat dan justru akan mengganggu baik Gibran dan Bobby dalam menjalankan kepemimpinan di wilayahnya," tutur Herry.

Lebih lanjut juga Herry melihat tantangan besar dari wacana Jokowi-Prabowo terletak pada Masa Jabatan Presiden/Wakil Presiden yang hanya diamanatkan paling lama 2 kali periode.

"Secara gamblang amandemen UUD Tahun 1945 harus diselesaikan karena jika mengacu pada hal ini pun seyogianya Presiden atau Wakil Presiden diizinkan untuk terpilih hanya untuk 2 kali masa jabatan. Kita ketahui bersama Jokowi dipastikan tidak dapat maju di pilpres 2024 jika melihat konstitusi," jelasnya.

Belum lagi Herry menyoal preferensi di partai politik koalisi Indonesia Maju menjelang pilpres 2024 sudah menjagokan kadernya masing-masing.

"Kalo PDI-Perjuangan kita jangan lupa ada Puan Maharani, atau Golkar dengan Airlangga Hartanto belum lagi Prabowo sendiri masih memungkinkan untuk menjadi Capres ditambah manuver dari Nasdem-Surya Paloh dan PKB-Muhaimin. Spekulasi seperti ini jangan kita lupakan," pungkasnya.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta :
Editor :

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya