SUARA INDONESIA JAKARTA

Tragedi Kapal Karam di Italia: Upaya Penyelamatan dan Nasib Para Migran

Aditya - 18 June 2024 | 22:06 - Dibaca 658 kali
News Tragedi Kapal Karam di Italia: Upaya Penyelamatan dan Nasib Para Migran
Upaya penyelamatan dan nasib para migran. (VOA INDONESIA)

SUARA INDONESIA, JAKARTA - Sebanyak 64 orang dinyatakan hilang setelah kapal migran karam di lepas pantai selatan Italia pada Senin, 17 Juni 2024.

Insiden tragis ini terjadi sekitar 200 kilometer dari pantai Calabria.

Kapal tersebut berangkat dari Turki pada 9 Juni 2024, membawa penumpang dari Iran, Suriah, dan Irak.

Sayangnya, kapal tersebut mengalami kebakaran sebelum akhirnya terbalik di tengah laut.

Setelah menerima seruan Mayday dari kapal Prancis, Penjaga Pantai Italia segera memulai operasi pencarian dan penyelamatan.

Mereka dibantu oleh kapal-kapal yang berlayar di daerah perbatasan Yunani dan Italia.

Pusat Koordinasi Penyelamatan Maritim Italia juga mengalihkan dua kapal dagang yang berlayar di dekat lokasi kejadian untuk membantu operasi penyelamatan ini.

Badan Perbatasan dan Penjaga Pantai Eropa Frontex juga turut terlibat dalam operasi tersebut.

Dari total penumpang, 11 orang berhasil diselamatkan dan dibawa ke pantai di kota Calabria.

Namun, satu orang meninggal dunia tidak lama setelah penyelamatan. Menurut Concetta Gioffré dari Palang Merah Italia, para penyintas menderita cedera serius.

"Mereka sangat menderita. Pinggul, kaki, dan lengan mereka patah. Kepala mereka memar dan sebelas orang yang masih bertahan itu menderita luka bakar parah," ujar Gioffré.

Para penyintas juga melaporkan adanya ledakan di kapal sebelum tenggelam.

Operasi penyelamatan ini sangat menegangkan dan penuh tantangan. Kapal-kapal penyelamat harus berjuang melawan arus kuat dan cuaca buruk untuk mencapai lokasi kejadian.

Para penyintas dibawa ke pelabuhan Rocella Jonica di Calabria, di mana mereka segera mendapatkan perawatan medis dari petugas yang siaga.

Tragedi ini sekali lagi menyoroti bahaya yang dihadapi oleh para migran yang mencoba menyeberangi Laut Mediterania untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Banyak dari mereka yang terpaksa meninggalkan negara asalnya karena konflik, penganiayaan, dan kondisi ekonomi yang buruk.

Upaya mereka untuk mencari perlindungan sering kali berakhir dengan tragedi seperti ini.

Badan-badan PBB telah berulang kali menyerukan tindakan lebih lanjut dari komunitas internasional untuk menangani akar penyebab migrasi paksa dan meningkatkan upaya penyelamatan di laut.

Pembatasan baru terhadap pencari suaka, seperti yang diberlakukan oleh beberapa negara, mungkin melanggar perlindungan internasional dan memperburuk situasi bagi mereka yang paling rentan.

Kejadian kapal karam di Italia ini adalah pengingat keras akan bahaya yang dihadapi oleh para migran dan pentingnya upaya internasional untuk melindungi mereka.

Diperlukan tindakan nyata dan kerja sama global untuk mengatasi krisis ini, serta memastikan keselamatan dan martabat semua individu yang mencari perlindungan. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Aditya
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya